Tentang Cinta, Tentang Amanah rasa.
Bissmillah..
Semua orang tau cinta. Ada yang dinyatakan secara frontal, ada yang disimpan diam-diam, ada yang pake kode.
Semua orang tau cinta. Ada yang sok puitis, pake jurus gombal. Ada yang sok romantis, pake bunga dan cokelat. Ada yang sok cari perhatian, kadang sok paling perhatian.
Angin tau, bunga tau, kucing tau, orang tau, semua sudah tau tentang cinta.
Tapi,
Tidak semua orang benar-benar mampu, mengendalikan amanah perasaan sebesar cinta. Kawan, cinta bisa datang kapan saja, kepada apa dan siapa saja.
Cinta pada harta tentu menyilaukan, semakin dikejar semakin tidak selesai.
Cinta pada ilmu, semakin jauh semakin rumit, salah langkah sedikit bisa menyesatkan.
Cinta pada tahta, saat lengser hilang megahnya.
Cinta pada manusia, keadaannya fluktuatif, rawan, dan sering mengkhawatirkan.
Cinta pada apa saja,, selain kepada-Nya, bisa tahan berapa lama?
Kawan,
Cinta tidak bisa kita persalahkan. Cinta itu fitrah.
Tapi cara kita mencintai, itu yang utama.
Cara yang ditempuh dengan menyandarkan perasaan kita kepada Sang Pemilik Cinta,
Cinta yang punya nilai lebih, jadi istimewa.
Cinta yang sederhana, menjadi bermakna dengan ridha-Nya.
Cinta pada harta, indah saat mampu berbagi. Meski sedikit, tapi bermanfaat.
Cinta pada ilmu, indah saat diamalkan. Meski sedikit, tapi sangat berguna.
Cinta pada tahta, indah saat bijaksana. Yang dipimpin bersinergi dengan pemimpin,
Cinta pada manusia, indah saat setia. Setia mecintai karena Allah, apapun situasinya.
Cinta tidak pernah selesai, selalu menuruti hukum kekekalan energi.
Bisa terkonversi, bisa tidak berbentuk, bisa juga berupa.
Bijaklah saat dikarunia rasa cinta.
Sandarkanlah rasa itu hanya kepada Sang Pemberi rasa.
Mecintai dengan cara yang lebih bijaksana, menjadikan cinta jauh dari kerumitan dan kepura-puraan, karena cinta kita kepada Pencipta, selalu yang utama dan paling tinggi tempatnya.
Dan cinta, tentu harus selalu diupdate, dibenahi dan dibumbui agar selalu indah.
Dari cinta buta menjadi cinta yang obyektif dan tidak sembarang kaprah.
Dari cinta fisik menjadi cinta rasa, tanpa melihat rupa, jarak pun kalah. Chemistry katanya,
Dari cinta yang menuntut, menjadi cinta yang mampu menerima.
Tak ada yang lebih patut dicintai selain Tuhan kita yang menciptakan semua.
Kita bisa mecintai-Nya dimanapun kapanpun,
Kita bisa menjadi taat, saat kita memilih cinta kepada-Nya lebih dari apapun.
Agar saat ditinggalkan, kita tak pernah merasa kehilangan.
Agar saat dikorbankan, terasa semakin mendekatkan.
Tidak ada tangis yang berlebihan, tidak ada duka berkepanjangan.
Cinta yang dibangun, diusahakan, dilalui jatuh bangunnya bersama sang Maha.
Cinta yang bisa bersabar.
Cinta yang bisa pengertian.
Cinta yang selalu mendoakan saat terlintas dalam ingatan.
Cinta yang punya kelas.
Indah kan, cinta?
Karena Cinta itu amanah,
Saat mencintai, peliharalah sebaik mungkin. Pastikan Tuhan menyukai cara kita memelihara cinta yang diamanahkan.
Panjang lebar kita omong cinta. Cinta punya buat, bikin hati bunga-bunga,
Bukan cinta kalo tidak cemburu.
Bukan cinta kalo tidak bergegas.
Tahukah kawan, TUHAN MAHA PENCEMBURU
Jangan membuat Dia cemburu.
Jangan membuat Dia menunggu.
"Karena Tidak Ada dalam Hati ini Dua Cinta, Sebagaimana Tidak Ada dalam Raga ini Dua Tuhan"
:)
Komentar
Posting Komentar